Profile

SEJARAH BERDIRINYA ORAHUA MANDREHE – SIROMBU

( OMASI )

 

 Adapun HUT OMASI yang telah mencapai umur yang ke – 3  telah membawa banyak perkembangan dari tahun pertama hingga pada saat ini, membangun dan mempererat rasa persaudaraan, rasa memiliki antar satu dengan yang lain.

 Dengan rasa primodial kedaerahan yang erat OMASI telah mampu menunjukan bahwa salah satu komunitas anak daerah dari Nias Barat ( Mandrehe – Sirombu ) yang pantas dibanggakan dipulau Batam. Dari tahun ke tahun Omasi tetap berdiri dan maju seperti komunitas yang lainnya, untuk itu ditahun-tahun yang akan datang kita tentu berharap Omasi akan semakin berkembang lagi dan mampu mengangkat harkat dan martabat serta menjunjung tinggi budaya, adat istiadat daerah kita Nias tercinta khususnya Kecamatan Mandrehe – Sirombu.

 Keinginan adanya suatu perkumpulan atau wadah untuk saling bertemu sesungguhnya telah lama dirindukan dan didambakan terutama muncul dari anak-anak muda yang berasal dari daerah kita Mandrehe – Sirombu yang merantau dibatam. Hal ini disebabkan karena pada kenyataanya sebagian besar saudara-saudara kita berasal dari Mandrehe-Sirombu hanya bisa bertemu dan bersilahturahmi pada kesempatan tertentu seperti Tahun Baru saja. Atas dasar ini suatu saat teman-teman muda-mudi secara bersama-sama bertahun baru dirumah Bapak Ama Beatrice Gulö dimunculkan ide agar kedepan bisa dibentuk suatu wadah perkumpulan dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan serta tujuan saling mengenal antara satu dengan yang lain.Atas dasar yang baik inilah Bapak Ama Beatrice Gulö sangat merespon. Pada pertengahan tahun 2005 beliau mengajak bertemu dengan Bapak Ama Albert Gulö, Ama Jeni Hia, Arwadi Gulö dan juga dengan bapak Eliaki Gulo walaupun per telpon untuk tukar pikiran tentang apa langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan ide yang sebelumnya diidamkan. Pertemuan dilaksanakan beberapa kali ditempat Ama Jeni Hia.

 Atas bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, semuanya tergerak, sepakat, sekaligus memutuskan secara bersama-sama bahwa rencana ini tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus diawali dengan mengundang saudara-saudari kita dari Mandrehe-Sirombu baik orang tua maupun muda-mudinya untuk berkumpul dan duduk bersama menyatakan pendapat tentang pembentukan wadah ini.

 Maka pada tanggal 21 Agustus 2005 atas undangan Bapak Ama Beatrice Gulö berhasil diadakan rapat bersama yang dihadiri 20 orang yakni : Arwadi Gulo, Ama Feros Hia, Ama Lena Waruwu, Ama Iman Waruwu, Ama Jesica Gulo, Obadia Gulo, Berkat Laiya, Herman Zai, Fanolo Zai, Sidiaro Waruwu, Anofuli Hia, Fatiso Hia, Ama Kevin Gulo, Analisa Gulo, Ama Robert Hia, Ama Teti Gulo, Ama Berkat Laiya Yulianus Hia, Ama Beatrice Gulo, dan Ama Zelin Gulo.  Pada pertemuan tersebut dicapai kesepakatan yaitu :

  1. Seluruh anggota rapat yang hadir sependapat dan menginginkan adanya suatu wadah perkumpulan bagi warga Mandrehe-Sirombu yang ada dipulau Batam.
  2. Organisasi atau wadah perkumpulan yang dibentuk kelak harus bersifat sosial, tolong menolong dan tidak berpolitik.
  3. Organisasi yang dibentuk bukanlah tandingan dari induk organisasi yang ada dalam hal ini adalah HIMNI.

 Seterusnya pada hari minggu tanggal 04 September 2005 diadakan pertemuan ke-2 yang dihadiri sebanyak 22 Orang bertempat dirumah Ama Beatrice Gulö. Adapun yang hadir pada pertemuan tersebut adalah : Arwadi Gulo, Ama Feros Hia, Ama Iman Waruwu, Ama Nico Lafau, Ama Ivan Zebua, Sonifati Gulo, Etano Hia, Yulianus Hia, Ama Candra Gulo, Ama Teti Gulo, Demawarning Gulo, Bedali Zai, Sinar surya Zai, Herman Zai, Natanaeli Gulo, Fanolo Zai, Fanotona Zai, Tolonisa Gulo, Fatiso Hia, Berkat Laiya, Ama Robert Hia, Eliaki Gulo.  Pada pertemuan ini berhasil disepakati yaitu :

  1. Seluruh peserta rapat sependapat dan menetapkan nama organisasi yaitu : ORAHUA MANDREHE-SIROMBU disingkat OMASI.
  2. Seluruh peserta berhasil membentuk pengurus organisasi mulai dari Penasehat, Pengurus harian, dan seksi-seksi secara demokratis.
  3. Sekretariat Omasi beralamat diKomplek Seruni Indah Blok H No.06 Batam Centre.
  4. Anggota Omasi adalah warga Mandrehe-Sirombu Ono Alawe (Fala’osa) dan Ono mbene’ö.
  5. Logo organisasi menjadi agenda rapat pada pertemuan berikutnya.

 Pertemuan selanjutnya pada tanggal 18 September 2005 yang dihadiri sebanyak 23 orang yang bertempat dirumah Bapak Ama Beatrice Gulö, menghasilkan keputusan antara lain :

  1. Penetapan logo organisasi.
  2. Pembahasan pertama tentang Anggaran Dasar yang ketika itu dikonsep oleh Bapak Eliaki Gulö.
  3. Secara bersama-sama menetapkan berdirinya OMASI pada tanggal 18 September 2005.

 Secara garis besar Kegiatan-kegiatan OMASI yang telah dilaksanakan adalah :

1)      Melaksanakan Natal Sebanyak tiga (3) kali,

2)      Merayakan ulang tahun sebanyak tiga (3) kali,

3)      Melaksanakan kunjungan suka duka,

4)      Melaksanakan kebaktian keluarga secara rutinitas satu (1) kali dalam sebulan.

5)      Melaksanakan kegiatan Olah raga

6)      Arisan tolong menolong.

 Rencana-rencana Omasi kedepan adalah :

1)      Wira usaha yaitu membentuk Koperasi untuk kesejahteraan anggota,

2)      Menghimpun saudara-saudari dari Nias Barat yang berdomisili diBatam khususnya Mandrehe-Sirombu dan Pemekarannya  melalui kunjungan para pengurus harian dan kebaktian keluarga.

3)      Pengajuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berbentuk Badan hukum sekaligus pendaftaran pada pemerintahan kota Batam.

 

VISI dan MISI

Visi Omasi yaitu Selalu yang terbaik, Beriman dan Sejahtera.

 Misi Omasi yaitu Memelihara rasa persaudaraan yang tulus dan ikhlas, saling memiliki, tolong menolong antar anggota.

 Perlu kami informasikan bahwa hingga saat ini Omasi berjumlah :

 Total jumlah jiwa anggota Omasi    :   160 Orang  termasuk anak-anak

Yang berkeluarga                                :    30  Keluarga

 Itulah sekilas sejarah berdirinya OMASI yang kita cintai ini yang pada perjalanannya hingga tahun ketiga ini telah memberikan manfaat bagi kita semua, mampu memupuk rasa persaudaraan dan rasa saling memiliki, saling tolong menolong antara sesama anggotanya. Mampu membangun kegiatan kerohanian anggotanya melalui kebaktian keluarga yang kita adakan setiap bulannya, bahkan yang patuh kita syukuri kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa telah banyak diantara anggota Omasi mengambil bagian pelayanan diladang Tuhan baik ditingkat gereja maupun dilingkungan masing-masing.

 Adanya Omasi juga telah mampu mendorong anggotanya untuk bersosialisasi dengan sangat baik terhadap komunitas masyarakat Nias lainya terutama dilingkungan  Gereja khususnya BNKP bahkan sudah banyak mengambil bagian pada kegiatan-kegiatan  yang dilaksanakan hingga mampu mengangkat nama baik OMASI melalui kejuaraan-kejuaraan yang diikuti.

 Mari kita bersama – sama mengembangkan Omasi ini dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing hingga lingkungan sesama kita Omasi. Mempertahankan rasa saling memiliki dan saling memupuk rasa persaudaraan diantara sesama kita. Dan kiranya apa yang telah kita mulai dengan baik, ini akan berkembang dan bertahan terus menjadi kebanggaan kita bersama sebagai anak daerah Mandrehe-Sirombu ditanah perantauan ini.

 

 

 

 

 

 

 

Satu Tanggapan

  1. Selamat atas “OMASI”
    Semoga sukse selalu dan wadah yang kokoh untuk bersatu padu dalam membangun Nias,

    Salam dari Kecamatan Lahomi,
    John Travolta Daeli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: