Renungan 09 October 2008

RANTAI ANTI KASIH KARUNIA

Baca: Matius 6:9-15
——————————————————————————————–
Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. —Matius 6:12
——————————————————————————–

Bacaan Untuk Setahun: Yeremia 25—27, Amsal 4:1-17

Ketika merasa diperlakukan dengan tidak adil, saya dapat menyusun seratus alasan untuk tidak mengampuni. “Ia perlu diberi pelajaran.” “Saya akan membiarkannya bersusah-hati sesaat demi kebaikannya.” “Bukan saya yang harus bertindak dulu.” Ketika pada akhirnya saya melunak dan mengampuni juga, sepertinya itu adalah suatu perubahan tajam dari logika yang keras kepada perasaan yang sentimental.
Salah satu faktor yang memotivasi saya untuk mengampuni adalah karena sebagai seorang Kristen saya diperintahkan untuk melakukannya, sebagai anak dari Bapa yang mengampuni. Yesus berkata, “Ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Mrk. 11:25).

Namun lebih dari itu, saya dapat mengajukan tiga alasan fragmatis. Pertama, pengampunan memutus siklus untuk saling menyalahkan dan menyakiti, dengan memutus rantai anti kasih karunia. Tanpa pengampunan, kita tetap terikat pada orang yang tidak dapat kita ampuni, terbelenggu dalam genggamannya.

Kedua, pengampunan mengendorkan cengkeraman rasa bersalah dalam diri pelakunya. Hal itu memungkinkan transformasi pada pihak yang bersalah, sekalipun hukuman yang adil masih tetap diperlukan.

Dan ketiga, pengampunan menciptakan hubungan yang luar biasa, menempatkan yang mengampuni pada sisi yang sama dengan yang bersalah. Tidak seperti bayangan kita, kita tidak jauh berbeda dengan si pelaku kesalahan, karena kita pun harus meminta pada Bapa surgawi kita, “Ampunilah kami akan kesalahan kami” (Mat. 6:12). —PDY

Bila kuingat kepedihan Kalvari—
Rasa malu, hinaan, cambukan yang Kau tanggung—
Kebencian mencair; dan aku terdorong ‘tuk berkata pada-Nya,
“Ampuni mereka, Tuhan, karena tak tahu yang diperbuat!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: